Menu

Rabu, 21 September 2016

Pewarnaan Hematoxylin-Eosin






Tujuan :
            Untuk mewarnain preparat jaringan.
Prinsip :
1.      Inti sel bersifat asam akan menarik zat/larutan yang bersifat basa, maka inti akan berwarna biru/ungu dari zat Hematoxylin.
2.      Sitoplasma bersifat basa dan akan menarik zat/larutan yang bersifat asam, maka sitoplasma akan berwarna merah dari zat Eosin.


Landasan Teori           :
            Staining yaitu mewarnai preparat dengan pewarnaan tertentu. Dalam pewarnaan ini sel dan komponen dalam jaringan akan menangkap molekul-molekul zat warna, tidak menimbulkan partikel-partikel zat warna pada jaringan, sehingga jaringan tampak transparan, biasaanya digunakan pewarnaan H-E.
            Jika disekitar sel dan komponen jaringan diendapkan garam logam berat sehingga logam tersebut tampak sebagai partikel-partikel disebut sebagai impregnation staining. Misalnya pengecatan dengan AgNO3.
Klasifikasi pewarnaan berdasarkan asal zat warna     :
a.       Natural Dyes, yaitu pewarnaan yang berasal dari alam seperti ekstrak tumbuh-tumbuhan atau hewan.
Misalnya :
Acid Carmine, pewarnaan yang berasal dari ekstrak serangga betina yang hidup di pohon kaktus di daerah tropis.
Hematoxylin, pewarnaan yang berasal dari getah pohon Hematoxyline campechianum.
b.      Syntetic Dyes, yaitu pewarnaan sintesis buatan.
Misalnya          : Benzene, Quinone, Anilline.
            Secara umum prinsip kerja pewarnaan adalah zat warna yang bersifat asam akan mewarnai bagian sel yang bersifat basa dan sebaliknya zat warna yang bersifat basa akan mewarnai bagian sel yang bersifat asam.
Berdasarkan waktu     :
a.       Direct Staining, yaitu pewarnaan yang apabila molekul zat warna langsung ditangkap oleh jaringan, misalnya Eosin.
b.      Indirect Staining,yaitu pewarnaan yang apabila molekul-molekul zat warna baru bisa ditangkap oleh jaringan apabila menggunakan zat perantara yang disebut Mordant, misalnya pewarnaan Hematoxyline yang menggunakan Potasium Alum sebagai mordantnya.
Mordant ini bisa dimasukan ke dalam zat warna langsung atau dibuat terpisah, dimana jaringan dimasukan terlebih dahulu ke dalam mordant baru kemudian di masukan ke dalam zat warna.
Tahapan pewarnaan H-E         :
  1.       Deparafinasi, suatu proses menghilangkan parafin dengan larutan xylol. Dapat digunakan xylol I dan xylol II masing-masing selama 2 menit.
  2. 2Menghilangkan xylol dengan alkohol melalui proses rehidrasi, yaitu dengan menggunakan larutan alkohol bertingkat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (alkohol 96%, 90%, 80%, 70%,dan 50% masing-masing selama 2 menit).
    3.      Kemudian dilakukan pencucian dengan Aquadest selama 1 menit.
    4.      Dilakukan pewarnaan dengan Hematoxyline selama 3-5 menit
    5.      Pencucian dengan air selama 1 menit.
    6.      Kemudian dilakukan deferensiasi, yaitu pengurangan warna pada inti dan penghilangan warna pada sitoplasma dengan menggunakan larutan HCl 0,5% 1-2celup.
    7.      Selanjutnya dilakukan proses Blueing dengan menggunakan larutan Lithium Carbonat 0,5% selama 1-2 menit yang berfungsi menguatkan warna biru pada inti sel.
    8.      Pencucian dengan air selama 1 menit.
    9.      Pewarnaan dengan Eosin untuk mewarnai sitoplasma selama 1-3 menit.
    10.  Pencucian dengan Alkohol 90% 1-2 celup
    11.  Dilakukan dehidrasi dengan alkohol bertingkat dengan konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi masing-masing 2 menit.
    12.  Tahap clearing dengan menggunakan larutan xylol selama 2 mint
    13.  Kemudian memasuki tahapan mounting dengan meneteskan larutan entelan 1-2 tetes pada preparat jaringan yang berfungsi mengawetkan jaringan.
    14.  Kemudian tutup preparat dengan cover glass.
    15.  Jangan lupa untuk memberi label pada preparat.
    16.  Kemudian dapat dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 400x.
    Hasil Pengamatan preparat jaringan dengan pewarnaan H-E :
    a.       Organ Hati
    b.     Organ Jantung
     


    c.     Paru-paru

 
 

d.     Ginjal
Daftar Pustaka :
Durachim, Adang dan Dani Mahmud. 2015. HISTOTEKNOLOGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar